Untuk mengetahui tingkat
intelegensi anak tunadaksa dapat digunakan tes yang telah dimodifikasi agar
sesuai dengan anak tunadaksa. Tes tersebut antara lain Hausserman Test (untuk
anak tunadaksa ringan),Illinois Test (The Psycholinguistis
Ability), dan Peabody Picture Vocabulary Test. Lee dalam
Soemantri (2007:129) mengungkapkan hasil penelitian yang menggunakan tes Binet
untuk mengukur tingkat intelegensi anak tunadaksa yang berumur antara 3 sampai
6 tahun sebagai berikut:
1. IQ tunadaksa berkisar antara
35-138.
2. Rata-rata mereka adalah IQ 57.
Klasifikasi tunadaksa yang lain yaitu:
Klasifikasi tunadaksa yang lain yaitu:
1. Anak polio mempunyai rata-rata
intelegensi yang tinggi yaitu IQ 92.
2. Anak yang TBC tulang rata-rata
IQ 88
3. Anak yang cacat konginetal
rata-rata IQ 61
4. Anak yang sapstik rata-rata IQ
69
5. Anak cacat pada pusat syaraf
rata-rata IQ 74
Pada anak
cerebal palsy, kelainan yang mereka derita secara langsung menimbulkan
kesulitan belajar dan perkembangan intelegensi. Mereka lebih banyak mengalami
kesulitan daripada anak tuna daksa pada umumnya. Mereka banyak mengalami
kesulitan dalam komunikasa, persepsi, maupun kontrol gerak. Hasil pengukuran
intelegensi anak cerebral palsy tidak menunjukkan kurva normal, semakin tinggi
IQ semakin sedikit jumlahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar