Klasifikasi anak tunadaksa dilihat
dari sistem kelainannya ada 2, yaitu :
1.
Kelainan pada Sistem Celebral (Cerebral Palsy).
Cerebral
palsy adalah suatu kelainan gerak, postur,
atau bentuk tubuh, gangguan koordinasi, dan kadang disertai gangguan psikologis
dan sensoris yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada masa perkembangan otak.
Ada 3
klasifikasi celebral palsy, yaitu :
1. Penggolongan Menurut Kecacatan.
a. Golongan Ringan
Hal ini
digolongkan untuk mereka yang dapat dapat berjalan tanpa menggunakan alat,
berbicara tegas, dapat menolong dirinya sendiri dalam kehdupan sehari-hari.
b. Golongan Sedang
Hal ini
digolongkan untuk mereka yang membutuhkan treatment atau latihan khusus
untuk berbicara, berjalan dan mengurus dirinya sendiri, memerlukan alat khusus
seperti brace, krutch, dsb.
c. Golongan berat
Hal ini
digolongkan untuk merekayang tetap membutuhkan perawatan tetap dalam ambulasi,
berbicara, dan menolong dirinya sendiri. tidak dapat hidup sendiri di tengah
masyarakat.
2. Penggolongan Menurut
Topografi (banyaknya anggota tubuh yang lumpuh).
a. Monoplegia : hanya satu anggota gerak
yang lumpuh.
b. Hemiplegia : lumpuh anggota
gerak atas dan bawah pada sisi yang sama, misalnya tangan kanan dan kaki kanan.
c. Paraplegia : lumpuh pada kedua tangan
atau kedua kaki
d. Triplegia : tiga anggota
gerak mengalami kelumpuhan, misalnya tangan dan kedua kakinya lumpuh.
e. Quadriplegia/Tetraplegia :
kelumpuhan pada seluruh anggota gerak.
3. Penggolongan Menurut Fisiologi ,
Kelainan Gerak
a. Spastik : terdapat kekakuan
pada sebagian atau seluruh otot-otot dan juga kekakuan pada otot-otot organ
bicaranya.
b. Dyskenisia : tidak adanya
kontrol dan koordinasi gerak, seperti : athetosis, rigid, hipotonia, dan
tremor,
i. Athetosis : terdapat
gerakan-gerakan yang tidakterkontrol yang terjadi sewaktu-waktu dan tidak dapat
dicegah, otomatis.
ii. Rigid : ada kekakuan pada
seluruh anggota gerak, tangan dan kaki sulit dibengkokkan, leher dan punggung
hiperekstensi.
iii. Hipotonia (Atonia) : tidak
ada ketegangan otot, ototnya tidak mampu merespon rangsangan yang diberikan.
iv. Temor : ada getaran-getaran kecil (ritmis) yang
terus menerus pada mata, tangan, atau kepala.
c. Ataxia : ada gangguan
keseimbangan, langkahnya seperti orang mabu, kadang terlalu lebar
atau terlalu pendek, jalannya gontai, pada saat mengambil suatu barang sering
terjadi salah perhitungan.
d. Mixed (campuran).
2. Kelainan
pada Sistem Otot dan Rangka (Musculus Skeletal System)
a. Poliomyelitis
Suatu
infeksi penyakit pada sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh virus polio.
Akibatnya berupa kelumpuhan yang sifatnya permanent, kecerdasannya normal.
Ada 3 tipe
polio:
i.
Type Spinal, yaitu kelayuhannya pada otot leher, sekat dada, tangan, dan kaki.
ii.
Type Bulbair, yaitu kelumpuhan fungsi motorik atau lebih saraf tepi, ditandai dengan
ada gangguan pernafasan.
iii.
Type Bulbospinal, yaitu gabungan dari keduanya.
b. Muscle Dystrophy
Penyakit
otot yang mengakibatkan otot tidak dapat berkembang, kelumpuhannya bersifat
simetris, yaitu pada kedua tangan atau kedua kaki.
Ada 2 tipe Muscle dystrophy, yaitu:
i.
Type Duchenne, hanya dijumpai pada anak laki-laki, kelumpuhannya terdapat pada otot
pinggang, bahu, kaki dan tangan. Jarang berusia sampai remaja.
ii.
Type Fasioscapulohumeral, dijumpai pada anak lelaki dan perempuan, kelumpuhannya lebih mencolok
pada otot bahu dan tangan ketimbang otot kaki dan wajah.
c. Spina Bifida
Kelainan
pada tulang belakang yang ditandai dengan terbukanya satu atau tiga ruas tulang
belakang yang disebabkan oleh tidak tertutupnya kembali ruas tulang belakang
selama proses perkembangan terjadi. Akibatnya fungsi jaringan saraf terganggu
dan dapat mengakibatkan kelumpuhan.
Ada 3 jenis
Spina Bifida, yaitu:
i.
Spina Bifida Occulata : spinal cord-nya tidak mengalami penonjolan. Satu atau lebih ruas tulang
belakang terbuka (tidak terbentuk).
ii.
Meningocele : bentuk spina bifida yang ditandai dengan penonjolan punggung pada bagian
tulang belakang yang terkena tumor. Benjolannya berisi cairan spinalyang tidak
mengakibatkan kelumpuhan.
iii.
Myelomeningocele : kelainannya paling berat karena benjolan pada ruas tulang belakang
menimbulkan kerusakan saraf. Sering mengalami kelumpuhan pada kaki, organ
saluran kencing, merasa nyeri, dan adayang hydrocephalus.
3. Kelainan
Ortopedi Karena Bawaan (Congenital Deformities).
a. Cacat Bawaan Pada Anggota Gerak Atas.
i.
Syndactilus : jari tangan kurang dari lima atau tidak memiliki jari-jari tangan.
ii.
Plydactilus : lahir dengan jumlah jari tangan lebih dari lima.
iii.
Sprengel disease : scapula meninggi dan terputar.
iv.
Torticollis : leher miring ke kiri atau ke kanan, otot lehernya tegang sebelah, wajah
dan mata tidak simetris.
b. Cacat Bawaan Pada Anggota Gerak Bawah.
i.
Dislokasi pinggul: disebabkan oleh pertumbuhan otot sendi pangkal paha tidak sehat sehingga
kepala sendi tidak dapat masuk ke dalam mangkok sendi.
ii.
Genu recurvatum: lutut bengkok ke belakang berlebihan.
iii.
Cacat pseudoarthosis: antara lutut dan mata kaki ada sendi lagi.
iv.
Club foot: talipes (pes) planus atau platfoot (telapak kaki datar), pes calcaneus
(kaki bagian depan terangkat), pes cavus (kaki bagian tengah terangkat).
(Sumber :
Purwanto,Heri.1998.Ortopedagogik Umum.Yogyakarta:FIP IKIP YOGYAKARTA.)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar