Minggu, 17 November 2013

KLASIFIKASI ANAK TUNADAKSA



Klasifikasi anak tunadaksa dilihat dari sistem kelainannya ada 2, yaitu :

1.       Kelainan pada Sistem Celebral (Cerebral Palsy).
Cerebral palsy adalah suatu kelainan gerak, postur, atau bentuk tubuh, gangguan koordinasi, dan kadang disertai gangguan psikologis dan sensoris yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada masa perkembangan otak.
Ada 3 klasifikasi celebral palsy, yaitu :

1.         Penggolongan Menurut Kecacatan.
a.         Golongan Ringan
Hal ini digolongkan untuk mereka yang dapat dapat berjalan tanpa menggunakan alat, berbicara tegas, dapat menolong dirinya sendiri dalam kehdupan sehari-hari.
b.         Golongan Sedang
Hal ini digolongkan untuk mereka yang membutuhkan treatment atau latihan khusus untuk berbicara, berjalan dan mengurus dirinya sendiri, memerlukan alat khusus seperti brace, krutch, dsb.
c.          Golongan berat
Hal ini digolongkan untuk merekayang tetap membutuhkan perawatan tetap dalam ambulasi, berbicara, dan menolong dirinya sendiri. tidak dapat hidup sendiri di tengah masyarakat.
2.         Penggolongan Menurut Topografi (banyaknya anggota tubuh yang lumpuh).
a.         Monoplegia : hanya satu anggota gerak yang lumpuh.
b.         Hemiplegia : lumpuh anggota gerak atas dan bawah pada sisi yang sama, misalnya tangan kanan dan kaki kanan.
c.          Paraplegia : lumpuh pada kedua tangan atau kedua kaki
d.         Triplegia : tiga anggota gerak mengalami kelumpuhan, misalnya tangan dan kedua kakinya lumpuh.
e.         Quadriplegia/Tetraplegia : kelumpuhan pada seluruh anggota gerak.
3.         Penggolongan Menurut  Fisiologi , Kelainan Gerak
a.         Spastik : terdapat kekakuan pada sebagian atau seluruh otot-otot dan juga kekakuan pada otot-otot organ bicaranya.
b.         Dyskenisia : tidak adanya kontrol dan koordinasi gerak, seperti : athetosis, rigid, hipotonia, dan tremor,
i.          Athetosis : terdapat gerakan-gerakan yang tidakterkontrol yang terjadi sewaktu-waktu dan tidak dapat dicegah, otomatis.
ii.         Rigid : ada kekakuan pada seluruh anggota gerak, tangan dan kaki sulit dibengkokkan, leher dan punggung hiperekstensi.
iii.        Hipotonia (Atonia) : tidak ada ketegangan otot, ototnya tidak mampu merespon rangsangan yang diberikan.
iv.        Temor : ada getaran-getaran kecil (ritmis) yang terus  menerus pada mata, tangan, atau kepala.
c.         Ataxia : ada gangguan keseimbangan, langkahnya  seperti orang mabu, kadang terlalu  lebar atau terlalu pendek, jalannya gontai, pada saat mengambil suatu barang sering terjadi salah perhitungan.
d.         Mixed (campuran).

2.         Kelainan pada Sistem Otot dan Rangka (Musculus Skeletal System)
a.         Poliomyelitis
Suatu infeksi penyakit pada sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh virus polio. Akibatnya berupa kelumpuhan yang sifatnya permanent, kecerdasannya normal.
Ada 3 tipe polio:
i.                    Type Spinal, yaitu kelayuhannya pada otot leher, sekat dada, tangan, dan kaki.
ii.                  Type Bulbair, yaitu kelumpuhan fungsi motorik atau lebih saraf tepi, ditandai dengan ada gangguan pernafasan.
iii.                Type Bulbospinal, yaitu gabungan dari keduanya.
b.         Muscle Dystrophy
Penyakit otot yang mengakibatkan otot tidak dapat berkembang, kelumpuhannya bersifat simetris, yaitu pada kedua tangan atau kedua kaki.
Ada 2 tipe Muscle dystrophy, yaitu:
i.                    Type Duchenne, hanya dijumpai pada anak laki-laki, kelumpuhannya terdapat pada otot pinggang, bahu, kaki dan tangan. Jarang berusia sampai remaja.
ii.                  Type Fasioscapulohumeral, dijumpai pada anak lelaki dan perempuan, kelumpuhannya lebih mencolok pada otot bahu dan tangan ketimbang otot kaki dan wajah.
c.          Spina Bifida
Kelainan pada tulang belakang yang ditandai dengan terbukanya satu atau tiga ruas tulang belakang yang disebabkan oleh tidak tertutupnya kembali ruas tulang belakang selama proses perkembangan terjadi. Akibatnya fungsi jaringan saraf terganggu dan dapat mengakibatkan kelumpuhan.
Ada 3 jenis Spina Bifida, yaitu:
i.                    Spina Bifida Occulata : spinal cord-nya tidak mengalami penonjolan. Satu atau lebih ruas tulang belakang terbuka (tidak terbentuk).
ii.                  Meningocele : bentuk spina bifida yang ditandai dengan penonjolan punggung pada bagian tulang belakang yang terkena tumor. Benjolannya berisi cairan spinalyang tidak mengakibatkan kelumpuhan.
iii.                Myelomeningocele : kelainannya paling berat karena benjolan pada ruas tulang belakang menimbulkan kerusakan saraf. Sering mengalami kelumpuhan pada kaki, organ saluran kencing, merasa nyeri, dan adayang hydrocephalus.

3.         Kelainan Ortopedi Karena Bawaan (Congenital Deformities).
a.         Cacat Bawaan Pada Anggota Gerak Atas.
                                                        i.            Syndactilus : jari tangan kurang dari lima atau tidak memiliki jari-jari tangan.
                                                      ii.            Plydactilus : lahir dengan jumlah jari tangan lebih dari lima.
                                                    iii.            Sprengel disease : scapula meninggi dan terputar.
                                                    iv.            Torticollis : leher miring ke kiri atau ke kanan, otot lehernya tegang sebelah, wajah dan mata tidak simetris.
b.         Cacat Bawaan Pada Anggota Gerak Bawah.
                                                       i.            Dislokasi pinggul: disebabkan oleh pertumbuhan otot sendi pangkal paha tidak sehat sehingga kepala sendi tidak dapat masuk ke dalam mangkok sendi.
                                                     ii.            Genu recurvatum: lutut bengkok ke belakang berlebihan.
                                                   iii.            Cacat pseudoarthosis: antara lutut dan mata kaki ada sendi lagi.
                                                    iv.            Club foot: talipes (pes) planus atau platfoot (telapak kaki datar), pes calcaneus (kaki bagian depan terangkat), pes cavus (kaki bagian tengah terangkat).

 (Sumber : Purwanto,Heri.1998.Ortopedagogik Umum.Yogyakarta:FIP IKIP YOGYAKARTA.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar